CVI

Lebih Bervariasi Menggunakan Chlorophyll Vegetation Index

· 3 min read
Lebih Bervariasi Menggunakan Chlorophyll Vegetation Index

Pada topik sebelumnya telah dibahas terkait indek vegetasi yang berfokus pada klorofil daun. CVI atau Chlorophyll Vegetation Index dianggap lebih responsif karena mempertimbangkan sensitifitas terhadap klorofil, tidak terpengaruh oleh LAI, dan merepresentasikan kerapatan relatif vegetasi.

CVI dinilai lebih sensitif terhadap vegetasi dengan berbagai karakter tutupan kanopi vegetasi. Sensitifitas CVI terhadap klorofil coba dibandingkan dengan indeks vegetasi yang telah lama dan sering digunakan yaitu NDVI. Perbandingan indeks vegetasi anatara NDVI dan CVI dilakukan pada 2 citra yang berbeda yaitu menggunakan Citra Landsat-8 OLI dan Citra Sentinel-2. Kedua buah citra dilakukan Koreksi Radiometrik yang sama sampai dengan TOA Reflectance. Perbandingan nilai dilakukan pada lokasi dengan cakupan yang sama di area Kebun Raya Bogor.

NDVI pada citra Landsat-8 OLI mempunyai rentang nilai dari -0.003114 sampai dengan 0.770720 sedangkan CVI mempunyai rentang 0.671550 sampai dengan 3.036060. Pada lokasi yang sama dengan jumlah piksel yang sama, sebaran nilai dan intensitasnya berbeda. Secara visual terlihat perbedaan antara index NDVI dan CVI.

Tidak berbeda dengan Citra Landsat-8 OLI, secara visual hasil transformasi NDVI dan CVI menggunakan Citra Sentinel-2 menunjukkan kenampakan yang berbeda. Berdasarkan histogram nilai piksel hasil transformasi NDVI pada Citra Sentinel-2 menunjukkan rentang nilai dari -0.049105 sampai dengan 0.863252 sedangkan CVI menjukkan rentang nilai dari 1.000524 sampai dengan 4.164220. Pada lokasi yang sama dengan jumlah piksel yang sama, sebaran nilai dan intensitasnya berbeda.

Perbandingan NDVI dan CVI dilakukan dengan melihat nilai standar deviasi dari hasil transformasi citra tersebut. Standar Deviasi merupakan variasi sebaran data. Semakin kecil nilai sebarannya berarti variasi nilai data makin sama. Semakin besar nilai sebarannya berarti data semakin bervariasi. Hasilnya sebagai berikut:


Standar Deviasi NDVI dan CVI menggunakan Citra Landsat-8 OLI


Standar Deviasi NDVI dan CVI menggunakan Citra Sentinel-2

Kedua indeks memiliki variasi nilai yang berbeda pada kedua citra yang digunakan. Pada Citra Landsat-8 OLI NDVI mempunyai standar deviasi sebesar 0.115289 sedangkan CVI mempunyai standar deviasi sebesar 0.343195. CVI mempunyai variasi nilai yang lebih besar dibandingkan dengan NDVI pada Citra Landsat-8 OLI dilihat dari besarnya nilai standar deviasi walaupun perbedaannya tidak terlalu signifikan. Hal ini dikarenakan cakupan yang sangat sempit pada Citra Landsat-8 OLI yang mempunyai resolusi spasial sebesar 30 m. Pada citra Sentinel-2 NDVI mempunyai standar deviasi sebesar 0.168471 sedangkan CVI mempunyai standar deviasi sebesar 0.961990. Perbedaan nilai standar deviasi terlihat sangat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa variasi nilai indeks vegetasi pada CVI sangat tinggi dilihat dari besarnya nilai standar deviasi.

Kebun Raya Bogor memiliki tutupan vegetasi yang beranekaragam. Secara visual terlihat bahwa vegetasi yang terdapat di Kebun Raya Bogor berupa tegakan pohon dengan beberpa jenis maupun variasi kerapatan. Variasi nilai yang sangat tinggi ini memungkinkan CVI lebih detil digunakan untuk analisa vegetasi. Perbedaan rentang nilai yang sangat tinggi mempermudah untuk membedakan vegetasi, baik jenis vegetasi, tutupan kanopi, struktur vegetasi, maupun kondisi vegetasi.

Catatan:
Terkait CVI (Chlorophyll Vegetation Index) masih banyak hal yang belum dipelajari oleh penulis. Kritik,saran, dan koreksi sangat saya harapkan guna peningkatkan kualitas tulisan ini, semoga bermanfaat :))

Related Articles

Vegetasi dan Red Edge
· 1 min read

Pemahaman Risiko Penyebaran Virus Corona di DKI Jakarta melalui Analisis Spasial (Spatial Talks-002)

Analisis Risiko Penyebaran Virus Corona Berdasarkan Faktor Kerentanan Melalui artikel sebelumnya, telah dibahas bagaimana peran yang perlu dilakukan oleh masyarakat

· 3 min read

Google Earth Engine untuk Pemodelan Kesesuaian Lokasi Budidaya Ikan Kerapu (GEE-015)

Sumberdaya perikanan di Indonesia sangat berlimpah dan dapat dimanfaatkan salah satunya untuk budidaya laut. Budidaya laut perlu didukung data lokasi

· 8 min read