4 Hal Menarik yang Perlu Kamu Tahu Tentang Rilis Geoserver 2.19

· 4 min read
4 Hal Menarik yang Perlu Kamu Tahu Tentang Rilis Geoserver 2.19

Kabar baik kawan-kawan geospasial. GeoServer 2.19 telah dirilis pada 22 Maret 2021 yang tersedia dalam bentuk zip dan war, sekaligus dibantu dengan dokumentasi untuk penggunanya dan ekstensi-ekstensi yang berkaitan. GeoServer 2.19.0 ini diproduksi bersamaan dengan adanya GeoTools 25.0 dan GeoWebCache 1.19.0.


Ada 4 hal menarik di rilis ini :

1) Ekstensi MapML

Di rilis sebelumnya, MapML yang merupakan community module kini "meningkat" statusnya menjadi ekstensi. Untuk kawan-kawan yang belum pernah mendengarnya, mudahnya MapML adalah HTML untuk peta. MapML adalah singkatan dari Map Markup Language. Tujuan dibuatnya MapML ini adalah untuk membuat standar peta yang performanya native (maaf saya belum dapat padanannya yang pas dalam bahasa Indonesia-mungkin alamiah ya yang pas) di web browser. Nah ekstensi MapML ini dapat bekerja dengan layer dan layer groups GeoServer, serta menggunakan WMS, WMTS, dan WFS.

Jadi gagasan besarnya begini : MapML akan mengatasi celah platform web dengan menggabungkan semantik data peta dan petanya itu sendiri ke dalam format hypermedia yang kompatibel dan diturunkan dari HTML. Secara sintaksis dan arsitektural pun kompatibel dengan HTML. MapML ini menyediakan cara standar  mendeklarasikan HTML yang berkomunikasi dengan software server spasial (yang sekarang masih menggunakan API HTTP berdasarkan query dan respon), jadinya native deh.

MapML memungkinkan semantik data peta dan peta untuk dimasukkan langsung ke dalam HTML, termasuk anotasi hyperlink ke konten selanjutnya. Hal ini memungkinkan HTML dan pembuat peta dapat membuat markup yang inline dengan mudah atau bisa juga mengarahkan ke konten peta web yang diambil dari JS.

MapML dapat mendefinisikan struktur DOM untuk konten peta yang dapat diintegrasikan dengan langsung dengan CSS dan JS, dengan cara sama seperti cara kita menggunakan HTML. Menarik kan?

Mungkin setelah ini bisa penulis bahas lebih lanjut terkait dengan MapML ini.

Edit properti MapML dalam panel Layers
Edit gridset MaoML dalam panel Layers- tab Tile Caching
Preview layer MapML
Contoh tampilan MapML

Bagi kawan-kawan yang tertarik dengan MapML dapat membuka tautan berikut :

Maps4HTML Community Group Pages
MapML Community Group
MapML — GeoServer 2.20.x User Manual
MapML User Manual

2) Ekstensi WPS JDBC

Ekstensi WPS JDBC memungkinkan pengguna GeoServer untuk berbagi status permintaan WPS asynchronous di seluruh cluster GeoServer. Status dari semua request, baik yang lampau maupun yang sedang berjalan, dapat disimpan dalam sebuah database untuk acuan nanti.

Modul ini menggunakan penyimpanan JDBC dari GeoTools untuk mengakses database, membuat tabel yang dibutuhkan, dan melacak status terbaru. Parameter-parameter koneksi disediakan sebagai file properti, misal :

user=postgres
port=5432
password=******
passwd=******
host=localhost
database=gsstore
driver=org.postgresql.Driver
dbtype=postgis

Untuk informasi lebih lanjut, kawan-kawan dapat mengakses dokumentasi modulnya.

3) Plugin Download WPS

Plugin unduhan WPS menyediakan dukungan untuk mengunduh data dalam partai besar serta memungkinkan penggunan request yang bersifat asynchronous, dimana jika user  menggunakan WFS, WCS, atau WMS untuk tugas yang sama maka akan terjadi timeout HTTP. Selain itu, batas unduhan dapat dikonfigurasi untuk menghindari permintaan unduhan yang terlalu besar dengan membatasi dalam ukuran MB, jumlah fitur, dan juga jumlah frame dalam animasinya.

Secara khusus terdapat beberapa proses berikut :

  • DownloadEstimator, memverifikasi bahwa unduhan raster / vektor yang akan dicoba sesuai dengan batas unduhan yang telah ditentukan.
  • DownloadProcess, memungkinkan untuk mengunduh data raster atau vektor, memproyeksikan ulang dan memotongnya.
  • DownloadMapProcess, memungkinkan untuk mengunduh peta dengan ukuran besar yang sama dengan apa yang terlihat pada client side.
  • DownloadAnimationProcess, memungkinkan untuk membuat file MP4 dengan serangkaian layer dan waktu.

GeoNode menggunakan modul plugin unduhan WPS ini untuk  download dataset, yang  dipotong dan difilter ke tampilan yang sedang ditampilkan. Asynchronous download memungkinkan untuk mengunduh kumpulan data besar, dan mengambilnya nanti setelah hasilnya siap, bisa ditinggal.

Contoh penggunaan plugin WPS Download dalam GeoNode
Konfigurasi download data
Request asynchronous yang telah siap

Untuk kawan-kawan yang tertarik, dapat mengakses dokumentasi modulnya.

4) Ekstensi GeoWebCache-S3

Untuk pengguna AWS, berikut pengumuman menariknya. Blobstore GeoWebCache S3 memungkinkan kawan-kawan untuk menyimpan tiles GeoWebCache dalam bucket S3. Hasil ini juga telah diuji dengan beberapa mekanisme penyimpanan blob yang kompatibel dengan S3 lainnya seperti Minio, dan sukses.

Plugin ini benar-benar akan berguna bagi kawan-kawan yang menggunakan GeoServer di AWS, tapi ini juga akan berguna bagi kawan-kawan yang melakukan setting terhadap tile dalam Kubernetes.

Setup blobstore S3

Bagi kawan-kawan yang tertarik dengan ekstensi ini dapat mengakses dokumentasi modulnya.


Sebenarnya masih terdapat banyak hal yang menarik dalam rilis GeoServer 2.19 ini, namun akan terlalu panjang jika penulis utarakan semua disini. Kawan-kawan dapat mengakses catatan rilis GeoServer 2.19 disini yaa. Terimakasih telah membaca sampai sini!

Related Articles

Apa itu KeplerGL? (OSS-01)
· 3 min read

Menyisipkan HTML dan Javascript di Wordpress Post dan Wordpress Page

Untuk menyisipkan kode html dan javascript ke dalam hanya dengan beberapa langkah. Misalnya ingin memasukkan kode html untuk pembuatan webGIS

· 2 min read